Wenger harus pintar manfaatkan kemewahan mesut ozil

kemewahan mesut ozil

Wenger harus pintar manfaatkan kemewahan mesut ozil

Arsenal merupakan tim yang sempat dikenal dengan permainan sepakbola yang indah sejak kedatangan Arsene Wenger. Membangun penyerangan lewat umpan-umpan pendek. Untuk bisa memaksimalkan skemanya itu, Wenger tentunya memerlukan pemain yang pandai bermain cantk, dan lebih mengutamakan nilai estestis daripada determinasi. Nampaknya memang Wenger harus bisa memanfaatkan kemewahan mesut ozil di timnya.

Di musim 2013/14, di tenggat waktu jendela transfer musim panas selesai, Wenger telah memutuskan untuk mendatangkan Mesut Oezil. Salah satu playamaker terbaik dunia tersebut Wenger datangkan dari tim yang juga bisa dikatakan terbaik dunia, Real Madrid.

Ketika itu, Ozil direkrut dengan mahar senilai 42,5 juta pounds, dan langsung menjadi pemain paling mahal yang direkrut Arsenal dalam sepanjang sejarah klub. Perekrutan Ozil itu tergolong mengejutkan banyak pihak, menyusul kabar Ozil yang baru saja menghangat di beberapa hari sebelum proses kepindahan tersebut terwujud, walaupun Wenger memang tertarik kepada gelandang Jerman itu ketika dia masih membela tim Bundesliga, Werder Bremen.

Selain itu juga, Ozil terlihat berlawanan dengan Filosofi Wenger, mengingat pelatih berumur 67 tahun tersebut terhitung sangat pelit untuk bisa membelanjakan pemain, serta lebih memilih mendatangkan pemain yang statusya bukan pemain bintang.

Ozil langsung membuktikan kualitasnya, pemain asal Jerman tersebut langsung memberi assists, hal yang sudah seharusnya diharapkan dari Ozil, dalam debutnya saat melawan Sunderland. Uniknya lagi, assists yang dilakukan Ozil itu terjadi pada menit ke 11, itu sama dengan nomor yang dia pakai bersama Arsenal.

Tapi, pada tahun-tahun selanjutnya, Ozil seperti tak bisa mengulangi penampilan impresifnya pada musim perdananya. Berbagai kritikan pun langsung mengarah padanya, tak hanya dari suporter Arsenal, kritikan tersebut juga datang dari Paul Merson, mantan pemain The Gunners.

Paul menyebut jika Ozil adalah pemain yang malas. Benar memang, Ozil tentunya pantas mendapat julukan itu. Dalam beberapa pertandingan, dia terlihat malas untuk mengejar bola, serta kehilangan bola dengan mudahnya tanpa adanya determinasi untuk bisa merebutnya lagi.

Sepertinya, Wenger tak memanfaatkan kemampuan Ozil dengan penuh, sebab terlihat beberapa kali, kemampuan Ozil kian terbatas. Apalagi, dia terhitung pemain mewah, suatu harta berharga yang begitu diinginkan oleh tim manapun di dunia. Bila dia diberikan kebebasan, dia bisa melakukan berbagai hal tak terduga untuk bisa membantu timnya.

Sekarang ini, The Gunners tengah dilanda situasi yang kurang mengenakkan mengenai kontrak Ozil serta Alexis Sanchez. Tim asal London utara itu tentunya tak ingin kehilangan dua bintangnya itu secara Cuma-Cuma pada akhir musim nanti, tapi jika menjualnya di jendela transfer musim dingin, Januari tahun depan, sangat sulit rasanya untuk bisa mencari pengganti yang sepadan dengan kemampuan mereka berdua.

Tapi, setidaknya, sampai Januari atau akhir musim, berharap saja Ozil bisa kembali memperlihatkan penampilan yang sama saat pada musim pertamanya dengan Arsenal.  Suatu hadiah terakhir yang dia tinggalkan sebelum dia benar-benar pergi.