United Pernah Disingkirkan Oleh Benfica dan Basel di babak grup Liga Champions

Liga Champions

United Pernah Disingkirkan Oleh Benfica dan Basel di babak grup Liga Champions

Diantara grup-grup lainnya di ajang Liga Champions musim 2017/18, jawara Liga Eropa, Manchester United boleh dikatakan bergabung dalam grup yang cukup ringan lantaran tidak akan bertemu klub besar dari 5 liga teratas Eropa. Walaupun demikian, ternyata United memiliki kenangan buruk bila melihat lawan yang akan mereka hadapi.

Hasil undian babak grup Liga Champions musim 2017/18 yang dihelat pada Kamis 24 Agustus 2017 menempatkan United dalam Grup A. Tim arahan pelatih Jose Mourinho tersebut “Cuma” melawan tim lemah seperti CSKA Moskow, Basel, dan Benfica. Namun ternyata Basel dan Benfica pernag memberi kenangan buruk untuk United beberapa tahun yang lalu.

Saat itu, United diprediksi lolos mudah. Namun yang terjadi selanjutnya, United yang masih ditangani Sir Alex Ferguson tersebut cukup terseok-seok menghadapi setiap minggunya. Hasilnya, mereka justru gagal melaju ke fase 16 besar sebab harus puas di posisi ke 3. Saat itu United hanya mampu mengoleksi poin 9, berjarak 3 poin dari Benfica, dan 2 poin dari Basel.

Setan Merah hanya bisa menang 2 kali, satu kalah, dan 3 kali hasil seri. Satu-satunya kekalahan itu United peroleh ketika melawan Basel dengan skor 1-2, dan hal tersebut terjadi pada pertandingan terakhir. Sedangkan 2 kemenangan yang mereka raih hanya saat melawan Otelul Galati yang berstatus sebagai klub penghibur dalam grup. United benar-benar tak dapat mengalahkan Basel dan Benfica saat itu.

United yang berada di posisi ke 3 harus turun ke Liga Eropa. Tapi ternyata di pentas Liga Eropa United malah tidak bisa berbuat banyak. Sempat mengalahkan Ajax Amsterdam, United selanjutnya tersisih selepas dikalahkan saat kontra Athletic Bilbao dengan agregat 5-3.

Baca Juga :

Hal itu sangat mengejutkan sebab mereka sebetulnya tak membongkat skuadnya setelah juara Liga Primer. Duet Ferdinand-Vidic pun masih ada. Patrice Evra juga masih bermain penuh di bek kiri. Sedangkan di sektor penyerang ada nama-nama seperti Michae Owen, Javier Hernandez, Dimitar Berbatov, hingga Wayne Rooney.

Namun kepergian seorang Paul Scholes diawal musim yang pensiun jadi salah satu penyebab United tampil buruk. Oleh sebab itu di pertengahan musim, performa United mulai membaik selepas Scholes kembai bermain. Selain itu juga, David de Gea yang di plot sebagai suksesor Edwin Van Der Sar masih belum tampil impresif seperti saat ini.

Namun kini United dilatih oleh Jose Mourinho. Biasanya, tim yang dilatih Mourinho bakal mengalami kenaikan penampilan di musim kedua. Kejadian unik seperti ini telah terjadi beberapa kali saat dia melatih Chelsea (lagi), Real Madrid, Inter Milan, dan FC Porto.

Jika memang benar, maka United tak harus cemas. Terlebih lagi United saat ini ada di jalur yang benar, gaya bermain atraktif juga dibarengi hasil bagus menjadi jaminan United tidak akan kalah lagi saat melawan Basel dan Benfica.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *