Taktik pendekatan “laga besar” mourinho sukses buat liverpool frustasi

Taktik pendekatan “laga besar” mourinho sukses buat liverpool frustasi

Taktik pendekatan “laga besar” Mourinho sukses buat Liverpool frustasi

Hasil imbang tanpa gol tak terlalu mengejutkan untuk laga besar di ajang Liga Primer. Liverpool gagal memenangkan pertandingan, Manchester United sukses bermain seri. Bila perspektifnya dipersempit hanya pada laga ini saja, kalimat diatas membuat kita tersadar  betapa superioritasnya Liverpool dibandingkan dengan United lantaran Mourinho sukses buat Liverpool frustasi.

Mourinho nyaris selalu mempunyai pendekatan lebih defensif saat menghadapi tim yang lebih tangguh. Banyak media menaruh anggapan gaya permainan ini menjadi sebuah “pendekatan laga besar Mourinho”. Sedangkan Klopp mempunyai karakteristik yang selalu kesulitan saat melawan tim yang lebih mengandalkan permainan bertahan.

“Liverpool lebih cepat ketimbang kami ketika serangan balik. Saya tidak memiliki kesempatan membawa pertandingan kearah lain, maka ini adalah hasil bagus. Babak kedua Matic terlihat kelelahan serta saya tak memiliki solusi dibangku cadangan. Saya sudah mencoba membuat tim semakin dinamis saat menyerang,” ungkap Mourinho setelah laga.

Mourinho tahu betul 2 hal ini: (1) gegenpresing Liverpool begitu melelahkan sehingga kerap ada celah jelang akhir laga, baik pada babak pertama atau babak kedua, yang dapat dimanfaatkan oleh tim lawan; (2) gegenpresing Liverpool bakal terjadi saat lawan bermain lebih terbuka, begitu juga sebaliknya.

“Untuk saya, di babak kedua tadi seperti bermain catur, namun pihak lawan tak membukakan pintu untuk saya memenangi pertandingan. Benar, Liverpool tak membukakan pintu itu, maka sebetulnya ini merupakan hasil positif, benar kan?,” imbuh Mourinho.

Bila melihat statistik yang ada, penguasaan  bola, dan tendangan, Liverpool sukses memenangi semua itu ketimbang United. Jadi, kita bakal menganggap bila United cuma beruntung. Atau lebih tepatnya beruntung lantaran memiliki De Gea.

Kiper asal Spanyol tersebut adalah kiper piawai di Liga Inggris. De Gea baru kemasukan 2 gol. Mempunyai kiper kelas atas yang membuat berbagai penyelamatan krusial pasti bukan keberuntungan saja. Suporter United berhak kecewa, begitupun dengan suporter Liverpool. Siapa yang tak kecewa melihat hasil pertandingan 0-0 di pertandingan sebesar ini? .

“Tentunya anda tak dapat bermain seperti ini disini (Liverpool), namun baik untuk Manchester United jika mereka bermain seperti ini. Segalanya masih wajar,” ungkap Klopp setelah pertandingan.

Mou jelas menyuruh pemainnya bermain membosankan seperti itu, setidaknya bagi “9 penyerang” mereka yang ditugaskan lebih bertahan. Pendekatan “laga besar” Mou ketika menghadapi “klub besar” tak bertujuan mengalahkan lawannya, justru malah membuat lawan merasa frustasi.

Bila hal itu memang membuat Liverpool, suporter dan managernya merasa frustasi serta sumpah serapah, jadi wajar saja bila Mourinho bisa tersenyum lega. Maka, jangan teralu berharap lebih bila United nantinya akan kembali bertemu dengan “tim besar”. Untuk Mourinho sendiri, ekspetasi baru dapat dinilai pada akhir musim mendatang, bukannya di akhir pertandingan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *