Barcelona Dan Luis Enrique Mimpi Buruk Bagi Simeone

Berita Bola Hari Ini – Barcelona Dan Luis Enrique Mimpi Buruk Bagi Simeone – Simeone telah menjalani karir yang sangat cemerlang bersama Atletico Madrid, tetapi Barcelona dan Luis Enrique selalu seperti menjadi awan kelabu bagi sosok asal Argentina tersebut. Diego Simeone datang ke Vicente Calderon pada tahun 2011 menggantikan Gregorio Manzano, yang dipecat karena Atletico Madrid dibungkam klub divisi tiga Albacete pada Copa del Rey, dengan sedikit perjudian. Diego Simeone Semenjak beralih profesi sebagai pelatih, kiprah Simeone berjalain naik turun. Ia telah membawa Estudiantes meraih gelar juara pada liga Argentina untuk pertama kali dalam 23 tahun pada 2006 usai menaklukkan Boca Juniors, tetapi harus meninggalkan klub setelah gagal mempertahankan performa di musim berikutnya.

Sebagai manajer, Simeone tidak pernah merasakan kekalahan lebih banyak dibanding ketika berhadapan dengan Barcelona, demikian juga ketika saat dia menantang Enrique, bahkan Real Madrid dan Carlo Ancelotti tidak melewati catatan tersebut. Pertemuan perdana saat Simeone sebagai manajer Atletico dengan Blaugrana yang saat itu diasuh oleh Pep Guardiola seolah telah menjadi pintu mimpi buruk bagi sosok asal Argentina tersebut. RojiBlancos tumbang dengan skor 2-1 di Calderon setelah gol Dani Alves dan Lionel Messi hanya dibalas oleh Radamel Falcao.

Bandar Judi Bola Online Resmi Dan Terpercaya Menggunakan Uang Asli

Barcelona Dan Luis Enrique Mimpi Buruk Bagi Simeone

Pertandingan diwarnai kontroversi yang membuat laga berjalan panas, Simeone menuding wasit lebih menguntungkan pihak tim tamu dengan adanya beberapa keputusan kontroversial dari sang pengadil, termasuk gol penenetu kemenangan oleh Messi yang dilakukan ketika pagar hidup Atleti belum siap.

“Kami tidak akan berdebat jika ini masalah dengan pagar hidup.jika memang Sergio Busquest melakukan pelanggaran penalti atau jika Dani Alves harusnya diusir pada babak kedua saat itu,”sapa Simeone.”Wasit yang sempurna.”

Musim berikutnya, Barcelona ditinggal Guardiola, yang akhirnya digantikan oleh Tito Vilanova. Simeone ternyata masih gagal untuk membalas kekalahan tersebut, bahkan Atletico harus dipukul dua kali dihancurkan 4-1 di Camp Nou dan dipermalukan 2-1 di Calderon.

Situs Judi Bola Online Sbobet Dan Maxbet Deposit 24 Jam Online Smartphone Android Ios

Kesempatan balas dendam datang lebih banyak pada musim selanjutnya, dimana Barcelona kembali diasuh pelatih baru – Gerardo martino. Pertemuan pertama terjadi di ajang Piala Super Spanyol, tidak ada pemenang dalam dua leg pertandingan tersebut. Kemenangan perdana Simeone atas Barcelona akhirnya digapai, bukan di pentas domestik saja, tetapi ketika kedua tim bertemu pada perempat  final Liga Champions. Gol Koke telah memantapkan kemenangan Atletico di leg kedua  memastikan tim lolos setelah pada pertandingan leg pertama Rojiblancos akhirnya telah mendapat hasil imbang.

Hasil negatif tersebut menjadi salah satu alasan dipecatnya Gerardo Martino dan kedatangannya Luis Enrique ke Camp Nou. Pelatih asal Spanyol itu langsung membuktikan bahwa, ia bisa meredam El Cholo dengan membawa Barcelona meraih tujuh kemenangan secara beruntun atas Atletico sepanjang 2014 hingga 2016.

Sebelum pada akhirnya Simeone sukses membawa anak asuhnya memukul Blaugrana besutan dari Enrique pada leg kedua babak perempat-final Liga Champions 2015/16. Dua gol yang Antoine Griezzman tembakan telah membawa Atletico menang 2-0 dan berhak lolos sampai ke empat besar berkat keunggulannya pada agregat 3-2. Dengan history pertandingan tersebut membuat Simeone mengaku Barcelona menjadi mimpi buruk baginya.

Bermain Taruhan Judi Online Poker Dice Sbobet Mobile Android