Para Bintang yang Menjadi Penonton Piala Dunia 2018

Para Bintang yang Menjadi Penonton Piala Dunia 2018

Babak kualifikasi Piala Dunia 2018 telah berakhir. Mayoritas kontestan pesta sepak bola terakbar sejagad itu pun telah diketahui. Selebihnya masih tersisa sejumlah slot yang akan diperebutkan oleh sejumlah negara melalui babak play-off.

Sepanjang babak kualifikasi terjadi sejumlah kejutan. Tim-tim unggulan yang dihuni para pemain bintang tersisih. Mereka pun harus menjadi penonton saat event empat tahunan itu digelar tahun depan di Rusia.

Dari benua Eropa kegagalan Belanda lolos ke putaran final menjadi sebuah kejutan tersendiri. Pasalnya Der Oranje memiliki skuad mumpuni, dihuni sejumlah pemain senior dan berpengalaman. Sebut saja Arjen Robben yang saat ini masih menjadi andalan klub Bundesliga Jerman, Bayern Muenchen.

Sayang Belanda gagal menampilkan permainan terbaik sepanjang penyisihan Grup A berlangsung. Di grup ini tiket lolos otomatis akhirnya menjadi milik Prancis. Selain juara Piala Dunia 1998 yang lolos sebagai juara grup masih ada satu satu peluang dari grup tersebut yang saat ini sedang diperjuangkan Timnas Swedia. Swedia akan menjalani babak play-off menghadapi tim kuat Italia.

Kegagalan Belanda ke putaran final membuat para pencinta sepak bola dunia pun harus kehilangan kesempatan untuk menyaksikan Arjen Robben dan kawan-kawan berlaga. Roben tidak hanya menjadi penonton, ia pun telah menyatakan menanggalkan seragam tim nasional.

Tidak hanya Robben, bintang Real Madrid, Gareth Bale pun bernasib serupa. Mantan pemain Tottenham Hotspur ini tidak bisa berbuat banyak meloloskan negaranya dari penyisihan Grup D. Bale yang sedang dalam kondisi tak bugar tidak bisa memberikan andil maksimal setidaknya mengakhiri babak kualifikasi di urutan kedua alias menjadi runner-up. Wales akhirnya harus puas menjadi penonton setelah mengakhiri kualifikasi di peringkat ketiga.

Selain Bale dan Robben, kita juga tak bisa melihat aksi Henrikh Mkhitaryan. Gelandang Manchester United ini tak bisa membantu Armenia lolos dari Grup E. Tim tersebut mengakhiri kualifikasi di peringkat kelima.

Dari zona Amerika Selatan tidak sedikit pemain bintang yang bernasib apes. Rekan setim Mkhitaryan, Antonio Valencia juga gagal berlaga di Piala Dunia karena Ekuador hanya bisa menempati peringkat kedelapan.

Nasib menyakitkan juga dialami Arturo Vidal dan Alexis Sanchez. Pemain kunci di Bayern Muenchen dan Arsenal ini tak kuasa menghindarkan timnya dari kekalahan di laga penentuan zona CONMEBOL menghadapi sang pemuncak klasemen, Brasil. Kekalahan telak tiga gol tanpa balas di laga pamungkas memupuskan harapan juara Copa America dan Copa America Centenario itu berlaga di Rusia tahun depan. Berbanding terbalik dengan Chile, Argentina akhirnya keluar dari masa krisis setelah meraih kemenangan di laga terakhir kontra Ekuador. Sebelumnya Tim Tango berada dalam tekanan karena terlempar dari lima besar klasemen sementara.

Taktik pendekatan “laga besar” mourinho sukses buat liverpool frustasi

Taktik pendekatan “laga besar” Mourinho sukses buat Liverpool frustasi

Hasil imbang tanpa gol tak terlalu mengejutkan untuk laga besar di ajang Liga Primer. Liverpool gagal memenangkan pertandingan, Manchester United sukses bermain seri. Bila perspektifnya dipersempit hanya pada laga ini saja, kalimat diatas membuat kita tersadar  betapa superioritasnya Liverpool dibandingkan dengan United lantaran Mourinho sukses buat Liverpool frustasi.

Mourinho nyaris selalu mempunyai pendekatan lebih defensif saat menghadapi tim yang lebih tangguh. Banyak media menaruh anggapan gaya permainan ini menjadi sebuah “pendekatan laga besar Mourinho”. Sedangkan Klopp mempunyai karakteristik yang selalu kesulitan saat melawan tim yang lebih mengandalkan permainan bertahan.

“Liverpool lebih cepat ketimbang kami ketika serangan balik. Saya tidak memiliki kesempatan membawa pertandingan kearah lain, maka ini adalah hasil bagus. Babak kedua Matic terlihat kelelahan serta saya tak memiliki solusi dibangku cadangan. Saya sudah mencoba membuat tim semakin dinamis saat menyerang,” ungkap Mourinho setelah laga.

Mourinho tahu betul 2 hal ini: (1) gegenpresing Liverpool begitu melelahkan sehingga kerap ada celah jelang akhir laga, baik pada babak pertama atau babak kedua, yang dapat dimanfaatkan oleh tim lawan; (2) gegenpresing Liverpool bakal terjadi saat lawan bermain lebih terbuka, begitu juga sebaliknya.

“Untuk saya, di babak kedua tadi seperti bermain catur, namun pihak lawan tak membukakan pintu untuk saya memenangi pertandingan. Benar, Liverpool tak membukakan pintu itu, maka sebetulnya ini merupakan hasil positif, benar kan?,” imbuh Mourinho.

Bila melihat statistik yang ada, penguasaan  bola, dan tendangan, Liverpool sukses memenangi semua itu ketimbang United. Jadi, kita bakal menganggap bila United cuma beruntung. Atau lebih tepatnya beruntung lantaran memiliki De Gea.

Kiper asal Spanyol tersebut adalah kiper piawai di Liga Inggris. De Gea baru kemasukan 2 gol. Mempunyai kiper kelas atas yang membuat berbagai penyelamatan krusial pasti bukan keberuntungan saja. Suporter United berhak kecewa, begitupun dengan suporter Liverpool. Siapa yang tak kecewa melihat hasil pertandingan 0-0 di pertandingan sebesar ini? .

“Tentunya anda tak dapat bermain seperti ini disini (Liverpool), namun baik untuk Manchester United jika mereka bermain seperti ini. Segalanya masih wajar,” ungkap Klopp setelah pertandingan.

Mou jelas menyuruh pemainnya bermain membosankan seperti itu, setidaknya bagi “9 penyerang” mereka yang ditugaskan lebih bertahan. Pendekatan “laga besar” Mou ketika menghadapi “klub besar” tak bertujuan mengalahkan lawannya, justru malah membuat lawan merasa frustasi.

Bila hal itu memang membuat Liverpool, suporter dan managernya merasa frustasi serta sumpah serapah, jadi wajar saja bila Mourinho bisa tersenyum lega. Maka, jangan teralu berharap lebih bila United nantinya akan kembali bertemu dengan “tim besar”. Untuk Mourinho sendiri, ekspetasi baru dapat dinilai pada akhir musim mendatang, bukannya di akhir pertandingan.

Sebab Utama Meninggalnya Choirul Huda

Terkuak, Sebab Utama Meninggalnya Choirul Huda

Kematian Choirul Huda, kiper legendaris Persela Lamongan masih menjadi buah bibir. Kiper berusia 38 tahun itu meninggal setelah mengalami kejadian di lapangan pertandingan. Tabrakan keras dengan rekan setim Ramon Rodrigues saat pertandingan Persela Lamongan kontra Semen Padang di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (15/10/2017) kemarin menjadi sebab meninggalnya Choirul Huda.

Secara medis penyebab kematian Choirul sudah diketahui. Benturan keras yang mengenai dada kiri adalah pemicu bagi hypoxia. Seperti dilansir dari Bolalob.com (16/10/2017), menurut dokter yang menangani almarhum, dr.Zaki Mubarok, sang pemain mengalami kekurangan oksigen usai terjadi benturan keras.

Hypoxia, menurut dokter yang bertugas di RSUD dr Soegiri, Lamongan itu adalah keadaan saat jaringan tubuh manusia mengalami kekurangan oksigen. Banyak hal menyebabkan terjadinya hypoxia. Pada kasus Choirul Huda, benturan keras yang terjadi menjadi sebab yang membuatnya lantas tak sadarkan diri hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

Menurut dr. Zaki Mubarok, saat dilarikan ke RSUD dr Soegiri dari Stadion Surajaya, Lamongan, almarmuh dalam keadaan masih bernafas. Namun, nyawanya kemudian tak tertolong tak lama berselang. Huda dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 17.15 WIB.

Kematian Choirul menjadi pukulan bagi kubu Persela. Tim tersebut kehilangan sang kapten sekaligus figur panutan bagi para pemain lain terutama para pemain muda. Selain itu kematian Choirul menjadi awasan bagi para pemain lain agar lebih berhati-hati saat bermain bola.

Totalitas bermain terkadang membuat pesepakbola tak bisa menghindari insiden atau kejadian berbahaya di lapangan pertandingan. Selain itu tidak ada yang bisa mencegah atau menghindari insiden di lapangan hijau.

Meski demikian pengalaman yang terjadi pada almarhum Choirul menjadi isyarat untuk lebih awas dan berhati-hati tidak hanya di antara kedua tim berbeda tetapi juga rekan setim. Fokus dan konsentrasi harus tetap dijaga selama bermain.

Benturan antara Choirul dan Ramon Rodrigues terjadi secara tak sengaja. Ramon dalam posisi menjaga pergerakan pemain Semen Padang sementara Choirul tengah berusaha untuk mengamankan gawangnya. Kedua pemain tersebut kemudian saling berbenturan yang akhirnya berakibat fatal.

Simpati atas kematian Choirul datang dari mana-mana. Dunia internasional pun turut memberikan ucapan belasungkawa. Blecher Report, salah satu media internasional memberikan ucapan duka cita atas meninggalnya sosok yang disebut sebagai kiper legendaris Indonesia.

FIFA juga memberikan ucapan duka cita. “Turut berduka untuk keluarga, teman, dan rekan setim dari Choirul Huda,” tulis otoritas sepak bola dunia itu di jejaring sosial Instagram resmi.

Waspadalah jika anda sedikit melupakan lionel messi

Waspadalah jika anda sedikit melupakan lionel messi

Selama karir kepelatihannya di La Liga, Ernesto Valverde banyak mendengar serta merasakan keajaiban seorang Lionel Messi. Didalam ingatannya, terpampang nyata bagaimana Messi, seorang diri bisa membuat lini bertahan Atletic Bilbao (ketika itu Valverde masih melatih Bilbao) yang terorganisir dengan baik langsung ketar-ketir.

Dia juga ingat bagaimana Messi meluluhlantahkan lini bertahan lawan seorang diri. Dia juga melihat bagaimana messi mengelabuhi Jerome Boateng dan bagaimana dia membuat permainan Getafe kelimpungan. Segala memori mengenai Messi tersebut muncu kembali, ketika dia yang kini menangani Barcelona melihat sendiri kehebatan Messi saat timnya menang besar melawan Eibar 6-1 di ajang La Liga.

“Saya tak tahu apa lagi  yang harus saya jelaskan tentang kehebatan Messi. Dia adalah pemain diluar nalar. Diatas lapangan, saat orang merasa tak bakal ada yang terjadi, Messi bisa menciptakan sesuatu yang beda untuk skuadnya. Seperti itulah Messi,” ujar Valverde saat jumpa wartawan.

Pada jendela transfer musim panas ini, Barcelona pun menuai kritikan dari sejumlah pengamat sepakbola. Rencana transfernya yang tak jelas, dan juga nilai transfer besar yang Barca gelontorkan ketika mendatangkan Ousmane Dembele membuat rencana mereka banyak menjadi pertanyaan. Bahkan Xavi Hernandez menyebutkan bahwa Barcelona yang sekarang tak mendatangkan pemain yang memang sesuai dengan kebutuhan klub.

Hal tersebut juga sempat diperkirakan bakal mempersulit jalan Barcelona untuk mengarungi musim ini. Kehilangan sosok Neymar juga menjadi penyebab dibalik prediksi bakal sulitnya Barcelona bertandigan di Liga Champions, La Liga atau kompetisi lainnya.

Sudah sangat banyak kehebatan yang diciptakan Messi diatas lapangan. Seperti yang Ernesto katakan, dia dapat merubah sesuatu yang tak mungkin menjadi mungkin. Memang terlihat berlebihan, sebab Messi juga sempat mengalami kegagalan dalam karirnya.

Ditengah semua ketidakpastian yang tengah merundungi Barcelona, Messi pun kembali muncul sebagai dewa penyelamat. Dia sukses mengembalikan muruah Barca sebagai klub besar di ranah Spanyol. Dalam 5 pertandingan yang dijalani di kancah domestik, Messi sudah mengoleksi 9 gol.

Semua peran untuk Barcelona dan Argentina, Messi dapat melakukan dengan bagus, meski beberapa diantaranya ada juga yang berjalan tak sesuai rencana.

Lionel Messi merupakan sebuah berkah. Untuk tim nasional Argentina atau Barcelona, dia masih bakal jadi pemain penting yang bisa dipercaya dapat membawa keajaiban. Dia bisa membuat sesuatu yang tak mungin menjadi mungkin, ya meski kegagalan bukannya tak mungkin akan menghiasi karir Messi, dia juga manusia biasa.

Tapi, saat anda mulai melupakannya serta mulai sedikit tak memperhatikannya, anda wajib waspada. Sebab, bagaimanapun juga, anda tidak boleh lupa jika dirinya merupakan Lionel Messi. Messi sering dapat dihentikan dengan skema, dia juga masih dapat mewujudkan keajaiban.

Wenger harus pintar manfaatkan kemewahan mesut ozil

Wenger harus pintar manfaatkan kemewahan mesut ozil

Arsenal merupakan tim yang sempat dikenal dengan permainan sepakbola yang indah sejak kedatangan Arsene Wenger. Membangun penyerangan lewat umpan-umpan pendek. Untuk bisa memaksimalkan skemanya itu, Wenger tentunya memerlukan pemain yang pandai bermain cantk, dan lebih mengutamakan nilai estestis daripada determinasi. Nampaknya memang Wenger harus bisa memanfaatkan kemewahan mesut ozil di timnya.

Di musim 2013/14, di tenggat waktu jendela transfer musim panas selesai, Wenger telah memutuskan untuk mendatangkan Mesut Oezil. Salah satu playamaker terbaik dunia tersebut Wenger datangkan dari tim yang juga bisa dikatakan terbaik dunia, Real Madrid.

Ketika itu, Ozil direkrut dengan mahar senilai 42,5 juta pounds, dan langsung menjadi pemain paling mahal yang direkrut Arsenal dalam sepanjang sejarah klub. Perekrutan Ozil itu tergolong mengejutkan banyak pihak, menyusul kabar Ozil yang baru saja menghangat di beberapa hari sebelum proses kepindahan tersebut terwujud, walaupun Wenger memang tertarik kepada gelandang Jerman itu ketika dia masih membela tim Bundesliga, Werder Bremen.

Selain itu juga, Ozil terlihat berlawanan dengan Filosofi Wenger, mengingat pelatih berumur 67 tahun tersebut terhitung sangat pelit untuk bisa membelanjakan pemain, serta lebih memilih mendatangkan pemain yang statusya bukan pemain bintang.

Ozil langsung membuktikan kualitasnya, pemain asal Jerman tersebut langsung memberi assists, hal yang sudah seharusnya diharapkan dari Ozil, dalam debutnya saat melawan Sunderland. Uniknya lagi, assists yang dilakukan Ozil itu terjadi pada menit ke 11, itu sama dengan nomor yang dia pakai bersama Arsenal.

Tapi, pada tahun-tahun selanjutnya, Ozil seperti tak bisa mengulangi penampilan impresifnya pada musim perdananya. Berbagai kritikan pun langsung mengarah padanya, tak hanya dari suporter Arsenal, kritikan tersebut juga datang dari Paul Merson, mantan pemain The Gunners.

Paul menyebut jika Ozil adalah pemain yang malas. Benar memang, Ozil tentunya pantas mendapat julukan itu. Dalam beberapa pertandingan, dia terlihat malas untuk mengejar bola, serta kehilangan bola dengan mudahnya tanpa adanya determinasi untuk bisa merebutnya lagi.

Sepertinya, Wenger tak memanfaatkan kemampuan Ozil dengan penuh, sebab terlihat beberapa kali, kemampuan Ozil kian terbatas. Apalagi, dia terhitung pemain mewah, suatu harta berharga yang begitu diinginkan oleh tim manapun di dunia. Bila dia diberikan kebebasan, dia bisa melakukan berbagai hal tak terduga untuk bisa membantu timnya.

Sekarang ini, The Gunners tengah dilanda situasi yang kurang mengenakkan mengenai kontrak Ozil serta Alexis Sanchez. Tim asal London utara itu tentunya tak ingin kehilangan dua bintangnya itu secara Cuma-Cuma pada akhir musim nanti, tapi jika menjualnya di jendela transfer musim dingin, Januari tahun depan, sangat sulit rasanya untuk bisa mencari pengganti yang sepadan dengan kemampuan mereka berdua.

Tapi, setidaknya, sampai Januari atau akhir musim, berharap saja Ozil bisa kembali memperlihatkan penampilan yang sama saat pada musim pertamanya dengan Arsenal.  Suatu hadiah terakhir yang dia tinggalkan sebelum dia benar-benar pergi.

Marcos Alonso di bidik Barcelona untuk bisa menggantikan Jordi Alba di Barcelona

Marcos Alonso di bidik Barcelona

Tim raksasa dari Spanyol yaitu Barcelona saat ini sedang aktif dalam pencarian pemain pemain untuk bisa memperkuat tim utamanya tersebut. Pasalnya mereka juga tengah dalam kondisi yang cukup bagus di beberapa pertandingan yang terakhir ini. Akan tetapi sang pelatih dari Barcelona yaitu Ernesto Valverde senantiasa akan merombak beberapa pemain dan juga mendatangkan pemain untuk bisa mengarungi musim yang sangat padat ini. Hingga akhirnya Marcos Alonso di bidik Barcelona.

Barvelona di awal musim ini tengah dalam kondisi yang sangat baik mengingat mereka mampu untuk memenangkan tujuh kali pertandingan di level La Liga tersebut yang terakhir ini di tahan imbang oleh Atletico Madrid 1-1 di Wanda Metropolitano beberapa waktu yang lalu. Sang pelatih dari Barcelona Ernesto Valverde tengah mempersiapkan agenda untuk bisa menggaet beberapa nama di musim depan tersebut.

Sempat dari pihak Barcelona di bikin pusing oleh management Liverpool yang sampai saat ini masih belum untuk melepaskan pemainya ke Barcelona yaitu Philippe Coutinho. Lantas dari negosiasi yang belum menghasilkan kesepakatan tersebut membuat kubu dari Barcelona untuk mengalihkan perhatian ke pemain yang lain.

Mereka juga sempat bernegosiasi kepada Manchester United untuk dapat memboyong Juan Mata dan Ander Hererra sekaligus. Akan tetapi kedua pemain tersebut masih mengakui bahagia bisa bertahan di Manchester United di jangka waktu yang lama. Dan saat ini dari pihak petinggi dari Barcelona pun mengalihkan perhatian ke bek kiri Chelsea yaitu Marcos Alonso.

Pihak dari Barcelona saat ini tengah dalam masa pendekatan dengan sang agen pemain Marcos Alonso tersebut untuk bisa berhijrah serta membela Barcelona di musim panas nanti. Sempat di ketahui sang pemain menjadi andalan dari sang pelatih The Blues Chelsea yaitu Antonio Conte di musim yang lalu serta di musim ini.

Pemain Marcos Alonso yang mempunyai badan jangkar tersebut bermain sangat bagus serta konsisten di dalam pertandingan The Blues Chelsea yang dia bela tersebut. Tak jarang sang pemain menjadi seorang yang sangat penting serta pemain yang sangat berpengaruh akan hal kemenangan dari The Blues Chelsea tersebut.

Sang pemain Marcos Alonso saat ini menjadi pilihan utama dari sang pelatih dari The Blues Chelsea yaitu AntonioConte yang berposisikan di sayap serang sebelah kiri dari lini Chelsea. Sang pemain Marcos Alonso sangat cocok dengan formasi yang di tekankan oleh sang pelatih Antonio Conte tersebut dengan skema formasi 3-5-2. Sang pemain Marcos Alonso akan di proyeksikan menggantikan peran Jordi Alba di sisi kiri dari pertahanan Barcelona. Jordi Alba sendiri sebenarnya tidak masuk dalam skuat Ernesto Valverde musim ini.

“Begitu  bahagianya anda jika mendapatkan ada tawaran  untuk bisa membela Barcelona di skuat utama mereka tersebut. Tapi saya masih bahagia disisni,”ujar Marcos Alonso.

 Nasib Malang Timnas Belanda dan Keputusan Pensiun Arjen Robben

Timnas Belanda Dan Keputusan Pensiun Arjen Robben

Timnas Belanda menjadi salah satu tim yang akhirnya harus menjadi penonton saat Piala Dunia 2018 dihelat. Der Oranje menuai hasil buruk di babak kualifikasi zona Eropa. Arjen Robben dan kawan-kawan hanya mampu finis di peringkat ketiga Grup A sekalipun meraih kemenangan dua gol tanpa balas di laga pamungkas kontra Swedia di Amsterdam Arena, Rabu (11/10/2017) dini hari WIB.

Di laga penghabisan itu Belanda membutuhkan kemenangan minimal tujuh gol agar bisa merebut tiket play-off dari tangan Swedia. Namun Swedia ternyata masih terlalu tangguh untuk menjadi sarang gol bagi Belanda. Roben hanya bisa mencetak dua gol di laga itu.

Tambahan tiga gol membuat Belanda terkunci di peringkat ketiga. Tabungan 19 poin dalam 10 pertandingan yang dilakoni sama banyak dengan Swedia yang menempati peringkat kedua. Namun Swedia berhak ke babak playoff karena unggul dalam selisih gol. Sementara posisi puncak ditempati Prancis yang mengemas 23 poin.

Kekalahan ini pun berdampak pada karier Robben. Pemain yang pernah berseragam Chelsea dan Real Madrid itu akhirnya memutuskan mundur dari tim nasional Belanda yang telah dibelanya selama kurang lebih 14 tahun.

Seperti dilansir dari Bolalob.com (11/10/2017), keputusan pemain 33 tahun itu diambil tak lama setelah pertandingan pamungkas tersebut.  “Saya ingin sekali lagi menunjukkan semua hal yang bisa saya lakukan.”

Selama berseragam oranye, Robben telah menyumbang 37 gol dalam 96 pertandingan. Salah satu prestasi terbaiknya adalah membawa Belanda lolos ke final Piala Dunia 2010. Di laga pamungkas itu Belanda kalah dari sang juara Spanyol melalui gol emas Andres Iniesta di babak perpanjangan waktu.

Kekalahan menyakitkan juga dialami di Piala Dunia empat tahun kemudian. Lolos hingga babak semi final, Belanda pun takluk dari Argentina melalui drama adu penalti.

“Empat belas tahun, sungguh indah dan megah. Saya akan selalu mengingat Piala Dunia 2010 dan 2014. Itulah kenangan terbaik saya. Selama dua kompetisi tersebut, kami membentuk tim yang nyata,” sambung pemain yang melakoni debut timnas pada April 2003 silam.

Setelah pensiun Robben tentu akan lebih fokus pada kariernya di level klub. Saat ini ia masih menjadi andalan di lini depan raksasa Bundesliga, Bayern Muenchen. Selain itu mundurnya dari tim nasional menjadi keputusan untuk memberikan tempat kepada para pemain muda.

“Saya ingin fokus bersama klub (Bayern Munchen) sekarang. Ini saat yang tepat untuk melakukan regenarisasi di timnas Belanda,” pungkas pemain berkepala plontos tersebut.

Saingi Dua Klub Inggris, Persib Bandung Bakal Datangkan Walter Mazzarri

Persib Bandung sedang mengalami situasi sulit di kompetisi Gojek Traveloka Liga 1. Alih-alih meraih hasil meyakinkan dan bersaing di papan atas, tim berjuluk Maung Bandung itu gagal berbuat banyak untuk mempertahankan kedigdayaan di kompetisi sepak bola tanah air. Hampir pasti, dengan sisa kompetisi yang ada, Persib tak bisa meraih gelar juara. Jarak antara Persib dan tim-tim papan atas terlampau jauh.

Di tengah perjuangan Atep dan kawan-kawan untuk mengakhiri kompetisi di posisi terbaik, berhembus kabar yang mengaitkan Persib dalam salah satu pelatih top bernama Walter Mazzarri. Ya pelatih berusia 56 tahun itu tercatat pernah menangani sejumlah klub seperti  Inter Milan, Napoli dan Sampdoria di Serie A Italia serta Watford di Liga Primer Inggris.

Seperti dilansir dari Bolalob.com (11/10/2017), tidak mudah bagi Persib untuk mendaratkan mantan pemain timnas Italia tersebut. Persib harus bersaing dengan sejumlah klub Eropa yang juga menginginkan jasanya. Setidaknya ada dua klub Inggris yang berburu tanda tangan Mazzarri yakni West Ham United dan Everton.

Media-media Inggris ramai memberitakan keseriusan Everton untuk mendapatkan Mazzarri. Ia digadang-gadang sebagai pengganti utama bila pelatih The Toffees saat ini, Ronald Koeman gagal menunjukkan kinerja positif bersama klub. Hingga kini Everton terseok-seok di awal musim dengan hanya meraih tujuh poin dari tujuh pertandingan sejak musim baru Liga Primer Inggris bergulir.

Situasi yang sama juga terjadi di West Ham United. Performa Slaven Bilic tak terlalu memuaskan. Tim tersebut tertahan di urutan ke-15 klasemen menyusul sejumlah hasil negatif yang dituai sejak awal musim.

Bila bersaing dengan klub-klub Inggris besar kemungkinan Persib akan kalah. Tentu sumber daya klub-klub tersebut jauh lebih mumpuni ketimbang Persib. Ketika dikonfirmasi oleh Bola.com (09/10/2017), Komisaris Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Zaenuri Hasyim, mengaku ketertarikan pada Mazzarri masih sebatas wacana.

“Sampai saat ini kami masih sebatas pembicaraan awal saja bersama manajemen lain, belum terlalu serius karena kompetisi masih berjalan,” beber Zaenuri Hasyim.

Bahkan Zaenuri menyebut tak ada nama Mazzarri dalam daftar incaran. Pihaknya baru sebatas menimbang kemungkinan merekrut pelatih baik dari dalam maupun luar negeri. “Belum ada nama satupun calon pelatih yang masuk. Kami hanya sekadar bicara bagusnya pelatihnya asing atau lokal untuk musim depan. Itu saja, belum mengarah ke sebuah nama,” sambungnya.

Meski begitu manajemen Persib tetap menjadikan pelatih sebagai salah satu prioritas untuk mempersiapkan tim musim depan. Menyusul hasil kurang memuaskan di musim ini, Zaenuri mengaku timnya tidak ingin terlambat membangun kekuatan untuk musim baru nanti.

“Memang kami tidak mau terlambat dalam menyiapkan sebuah tim. Dari sekarang secara pelan-pelan mulai kami bicarakan. Hanya untuk nama pelatih, belum ada satu pun yang masuk,” pungkasnya.

United Pernah Disingkirkan Oleh Benfica dan Basel di babak grup Liga Champions

United Pernah Disingkirkan Oleh Benfica dan Basel di babak grup Liga Champions

Diantara grup-grup lainnya di ajang Liga Champions musim 2017/18, jawara Liga Eropa, Manchester United boleh dikatakan bergabung dalam grup yang cukup ringan lantaran tidak akan bertemu klub besar dari 5 liga teratas Eropa. Walaupun demikian, ternyata United memiliki kenangan buruk bila melihat lawan yang akan mereka hadapi.

Hasil undian babak grup Liga Champions musim 2017/18 yang dihelat pada Kamis 24 Agustus 2017 menempatkan United dalam Grup A. Tim arahan pelatih Jose Mourinho tersebut “Cuma” melawan tim lemah seperti CSKA Moskow, Basel, dan Benfica. Namun ternyata Basel dan Benfica pernag memberi kenangan buruk untuk United beberapa tahun yang lalu.

Saat itu, United diprediksi lolos mudah. Namun yang terjadi selanjutnya, United yang masih ditangani Sir Alex Ferguson tersebut cukup terseok-seok menghadapi setiap minggunya. Hasilnya, mereka justru gagal melaju ke fase 16 besar sebab harus puas di posisi ke 3. Saat itu United hanya mampu mengoleksi poin 9, berjarak 3 poin dari Benfica, dan 2 poin dari Basel.

Setan Merah hanya bisa menang 2 kali, satu kalah, dan 3 kali hasil seri. Satu-satunya kekalahan itu United peroleh ketika melawan Basel dengan skor 1-2, dan hal tersebut terjadi pada pertandingan terakhir. Sedangkan 2 kemenangan yang mereka raih hanya saat melawan Otelul Galati yang berstatus sebagai klub penghibur dalam grup. United benar-benar tak dapat mengalahkan Basel dan Benfica saat itu.

United yang berada di posisi ke 3 harus turun ke Liga Eropa. Tapi ternyata di pentas Liga Eropa United malah tidak bisa berbuat banyak. Sempat mengalahkan Ajax Amsterdam, United selanjutnya tersisih selepas dikalahkan saat kontra Athletic Bilbao dengan agregat 5-3.

Baca Juga :

Hal itu sangat mengejutkan sebab mereka sebetulnya tak membongkat skuadnya setelah juara Liga Primer. Duet Ferdinand-Vidic pun masih ada. Patrice Evra juga masih bermain penuh di bek kiri. Sedangkan di sektor penyerang ada nama-nama seperti Michae Owen, Javier Hernandez, Dimitar Berbatov, hingga Wayne Rooney.

Namun kepergian seorang Paul Scholes diawal musim yang pensiun jadi salah satu penyebab United tampil buruk. Oleh sebab itu di pertengahan musim, performa United mulai membaik selepas Scholes kembai bermain. Selain itu juga, David de Gea yang di plot sebagai suksesor Edwin Van Der Sar masih belum tampil impresif seperti saat ini.

Namun kini United dilatih oleh Jose Mourinho. Biasanya, tim yang dilatih Mourinho bakal mengalami kenaikan penampilan di musim kedua. Kejadian unik seperti ini telah terjadi beberapa kali saat dia melatih Chelsea (lagi), Real Madrid, Inter Milan, dan FC Porto.

Jika memang benar, maka United tak harus cemas. Terlebih lagi United saat ini ada di jalur yang benar, gaya bermain atraktif juga dibarengi hasil bagus menjadi jaminan United tidak akan kalah lagi saat melawan Basel dan Benfica.

Kemenangan Barcelona 3-0 Atas Las Palmas di Tengah Gejolak Referendum

Kemenangan Barcelona Di Tengah Panasnya Gejolak Referendum

Barcelona harus menjalani laga sulit menghadapi Las Palmas di Camp Nou, Minggu (01/10/2017) malam. Bukan karena lawan yang sangat merepotkan tetapi suasana hati haru biru yang tengah dialami para pemain Barcelona. Pasalnya pada hari tersebut rakyat Catalan menjalani referendum untuk memutuskan nasibnya. Namun demi mempertahankan posisinya, kemenangan Barcelona tetap tidak berubah meskipun keadaan cukup panas diluar stadion.

Sebelumnya pihak Blaugrana telah meminta pihak Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) serta Badan Liga Spanyol (LFP) untuk menunda pertandingan. Permintaan tersebut cukup beralasan mengingat situasi di Catalunya tengah memanas. Bentrokan antara aparat keamanan dan pendukung pro kemerdekaan tak terhindarkan. Cukup beralasan demi keamanan pertandingan tersebut diminta ditunda.

Namun pihak RFEF dan LFP menolak. Bila Barca berkeras hati untuk mogok bermain, maka mereka harus siap mendapatkan sanksi pengurangan poin. Tidak ada pilihan lain bagi Barcelona selain menjalani pertandingan tersebut tanpa penonton.

Baca Juga :

Beruntung Lionel Messi dan kolega berhasil mengatasi tekanan psikologis untuk menjalani pertandingan tersebut. Meski tidak dapat dipungkiri situasi di luar lapangan benar-benar mempengaruhi gairah bermain. Sepanjang babak pertama tidak ada gol tercipta. Malah para pemain Barca seperti frustrasi sehingga cepat tergoda melakukan pelanggaran. Wasit harus memberikan empat kartu kuning kepada tuan rumah di babak pertama.

Baru di babak kedua Barcelona bisa mengatasi kebuntuan. Berlawan dari umpan silang terukur Messi, dengan tenang diselesaikan Sergio Busquets dengan sundulan. Gol di menit ke-49 itu memacu para pemain Barcelona untuk terus memimpin. Dalam rentang tujuh menit setelah menit ke-70, Messi sukses menjaringkan dua gol. Gol di menit ke-70 lahir berkat umpan Denis Suarez, sementara gol kedua Messi lahir dari umpan Luis Suarez.

Kemenangan tersebut membuat Barcelona tak tergeser dari puncak klasemen. Armada Ernesto Valverde mendulang poin sempurna, 21 dari tujuh pertandingan yang telah dijalani.

Usai pertandingan sejumlah pihak angkat bicara terkait pertandingan tanpa penonton tersebut. Busquets mengaku situasi tersebut aneh dan tidak normal. Namun pemain internasional Spanyol itu mengaku pihaknya tidak punya pilihan selain menjalani laga tersebut walau berat hati.

“Itu sangat aneh dan tidak normal. Peristiwa hari ini telah memengaruhi pertandingan. Kami tidak senang dengan ini, tapi harus dilakukan seperti ini. Dalam aspek olahraga, kami akan dirugikan jika kami tidak bisa bermain. Jadi kesepakatan ini tercapai.”

Berbeda dengan Busquets, mantan pelatih Barcelona, Pep Guardiola bahkan tegas mengaku tidak akan memainkan laga tersebut seandainya dirinya masih berada di Barcelona. “Laga Barca – Las Palmas? Saya tidak akan memainkannya sama sekali,” beber pelatih Manchester City tersebut.