Kisah Sedih Kematian Choirul Huda Sampai Ke Manchester United

Kematian Choirul Huda

Bintang Man United Kirim Ucapan Belasungkawa untuk Kematian Choirul Huda

Kabar kematian Choirul Huda, kapten Persela Lamongan telah mendunia. Pemain ini tewas setelah terjadi benturan keras dengan rekan setim, Ramon Rodrigues saat pertandingan Persela Lamongan kontra Semen Padang di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (15/10/2017) kemarin. Kematian pemain berusia 38 tahun itu mengundang simpati luas, tidak hanya dari dalam negeri tetapi juga mancanegara.

Salah satu bentuk simpati datang dari bintang Manchester United, Paul Pogba. Melalui jejaring sosial twitter, pemain internasional Prancis itu mengirimkan ucapan belasungkawa mengharukan. Seperti dilansir dari Bolalob.com (16/10/2017), mantan pemain Juventus itu menulis demikian, “RIP Choirul Huda. Doaku untukmu dan keluarga #RIPHuda.”

Tidak hanya dari Pogba, ungkapan simpati juga datang dari berbagai kalangan. Media-media besar seperti Bleacher Report, Daily Mail,  The Sun dan the Guardian turut mengangkat berita kematian Choirul.

“Kiper Legendaris Indonesia, Choirul Huda Meninggal Dunia Setelah Tabrakan Tragis Dengan Rekan Satu Tim Saat Laga,” tulis Daily Mail.

Hal senada diwartakan The Sun dengan judul “Kiper Persela Choirul Huda Meninggal Secara Tragis Setelah Mengalami Benturan Dengan Rekan Satu Tim Ramon Rodrigues.”

Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) juta tak ketinggalan mengabarkan kematian Choirul. “Berita tragis di Indonesia saat ini, setelah salah satu kiper populer Choirul Huda meninggal dunia setelah mengalami tabrakan di lapangan.”

Lebih lanjut FIFA menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, klub dan para penggemarnya di tanah air. “Kami mengucapkan belasungkawa kepada keluarga Choirul dan klubnya dan fans di Indonesia,” lanjut FIFA.

Diduga Choirul meninggal karena benturan keras di dada bagian kiri. Peristiwa nahas itu terjadi di akhir babak pertama. Ramon yang hendak menjaga pergerakan pemain Semen Padang tak melihat Choirul Huda maju mengambil bola. Benturan antara kedua pemain pun tak terhindarkan.

Nyawanya tak tertolong meskipun sempat mendapat penangan medis. Ia sempat tak sadarkan diri dan dilarikan ke RSUD dr Soegiri, Lamongan. Dokter tim Persela, Hasyim pun buka suara. Hasyim mengaku pihaknya belum sempat memberikan pertolongan maksimal sebelum sang pemain tak sadarkan diri.

“Belum sempat ditangani secara detail, karena baru diberi pertolongan pertama sudah tak bereaksi. Karena tak ada reaksi, dokter yang menanganinya pastikan Huda meninggal,” beber Hisyam.

Hingga kini belum ada keterangan resmi terkait sebab kematian Choirul Huda. Kematian Huda tentu meninggalkan duka mendalam bagi Persela dan para penggemarnya. Ia adalah sosok legendaris yang telah dikenal luas di tanah air.

Selamat jalan Choirul!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *