Bintang Muda Manchester United Bertekad Bawa Inggris Juara Piala Dunia 2018

bintang muda Manchester United

Bintang Muda Manchester United Bertekad Bawa Inggris Juara Piala Dunia 2018

Pemain bintang muda Manchester United, Marcus Rashford memiliki tekad tersendiri bersama timnas Inggris. Pemain berusia 19 tahun itu ingin menorehkan prestasi bersama skuad The Three Lions di kancah dunia. Tak tanggung-tanggung pemain kelahiran 31 Oktober 1997 itu ingin membawa negaranya meraih prestasi tertinggi di pesta bola dunia, Piala Dunia 2018.

Rashford tentu punya alasan mengimpikan Inggris menjadi juara. Saat ini langkah tim dari Negeri Ratu Elizabeth itu tak terbendung di babak Kualifikasi Zona Eropa. Tergabung I Grup F, Inggris saat ini berada di puncak klasemen dengan raihan 20 poin dari delapan pertandingan yang telah dijalani.

Inggris unggul lima poin dari Slovakia, dan terpaut enam poin dari Slovenia dan Skotlandia yang berada di urutan ketiga dan keempat. Dua pertandingan selanjutnya menghadapi Slovenia, 6 Oktober dan tim peringkat kelima, Lithuania pada 8 Oktober akan menentukan lolosnya Inggris ke Rusia tahun depan. Inggris setidaknya butuh hasil seri untuk menyegel satu tiket lolos otomatis ke pesta sepak bola dunia tersebut.

“Kami melakukan yang terbaik untuk pergi ke Rusia dengan rencana nyata dan intensitas untuk mencoba dan memenangkan turnamen,” beber Rashford.

Lebih lanjut pemain muda tersebut mengatakan pihaknya tidak berlebihan mematok target tinggi di Rusia nanti. Pertandingan yang telah dijalani di babak kualifikasi sedikit banyak menjadi bukti bahwa tim tersebut memiliki kualitas untuk meraih prestasi.

“Kami ini realistis [bisa menjadi juara], dan itu ditunjukkan dengan gaya bermain kami melawan tim-tim di babak kualifikasi.”

Namun demikian pemain yang telah mengemas 11 caps dan mencetak dua gol bagi timnas Inggris itu mengakui tidak mudah bagi timnya berprestasi di pentas dunia. Sejauh ini Inggris seperti terkena kutukan gagal berbicara banyak di ajang akbar tersebut sekalipun dihuni para pemain berkualitas dan memiliki kompetisi domestik prestisius.

“Meski begitu kami harus membangun rencana seketika kami lolos ke Piala Dunia dan akan berusaha serta memenanginya,” sambung Rashford.

Di tangan Gareth Southgate, Inggris kini menggantungkan harapan. Sang pelatih diharapkan bisa mengakhiri rekor buruk yang ditorehkan para pendahulunya. Rashford sendiri optimistis dengan kinerja Southgate. Menurutnya dibanding saat dilatih Roy Hodgson dirinya lebih “nyetel” saat diasuh pelatih berusia 47 tahun itu.

“Menurut saya, rancangan dan tujuan serta visi ke mana kami akan menuju jauh lebih baik saat ini daripada sebelumnya. Tidak melulu di dalam lapangan, tetapi juga di luar lapangan, bahkan di lingkungan hotel. Setiap pemain merasa nyaman dan santai untuk menjadi diri sendiri.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *