Nasib Malang Timnas Belanda dan Keputusan Pensiun Arjen Robben

Timnas Belanda Dan Keputusan Pensiun Arjen Robben

Timnas Belanda menjadi salah satu tim yang akhirnya harus menjadi penonton saat Piala Dunia 2018 dihelat. Der Oranje menuai hasil buruk di babak kualifikasi zona Eropa. Arjen Robben dan kawan-kawan hanya mampu finis di peringkat ketiga Grup A sekalipun meraih kemenangan dua gol tanpa balas di laga pamungkas kontra Swedia di Amsterdam Arena, Rabu (11/10/2017) dini hari WIB.

Di laga penghabisan itu Belanda membutuhkan kemenangan minimal tujuh gol agar bisa merebut tiket play-off dari tangan Swedia. Namun Swedia ternyata masih terlalu tangguh untuk menjadi sarang gol bagi Belanda. Roben hanya bisa mencetak dua gol di laga itu.

Tambahan tiga gol membuat Belanda terkunci di peringkat ketiga. Tabungan 19 poin dalam 10 pertandingan yang dilakoni sama banyak dengan Swedia yang menempati peringkat kedua. Namun Swedia berhak ke babak playoff karena unggul dalam selisih gol. Sementara posisi puncak ditempati Prancis yang mengemas 23 poin.

Kekalahan ini pun berdampak pada karier Robben. Pemain yang pernah berseragam Chelsea dan Real Madrid itu akhirnya memutuskan mundur dari tim nasional Belanda yang telah dibelanya selama kurang lebih 14 tahun.

Seperti dilansir dari Bolalob.com (11/10/2017), keputusan pemain 33 tahun itu diambil tak lama setelah pertandingan pamungkas tersebut.  “Saya ingin sekali lagi menunjukkan semua hal yang bisa saya lakukan.”

Selama berseragam oranye, Robben telah menyumbang 37 gol dalam 96 pertandingan. Salah satu prestasi terbaiknya adalah membawa Belanda lolos ke final Piala Dunia 2010. Di laga pamungkas itu Belanda kalah dari sang juara Spanyol melalui gol emas Andres Iniesta di babak perpanjangan waktu.

Kekalahan menyakitkan juga dialami di Piala Dunia empat tahun kemudian. Lolos hingga babak semi final, Belanda pun takluk dari Argentina melalui drama adu penalti.

“Empat belas tahun, sungguh indah dan megah. Saya akan selalu mengingat Piala Dunia 2010 dan 2014. Itulah kenangan terbaik saya. Selama dua kompetisi tersebut, kami membentuk tim yang nyata,” sambung pemain yang melakoni debut timnas pada April 2003 silam.

Setelah pensiun Robben tentu akan lebih fokus pada kariernya di level klub. Saat ini ia masih menjadi andalan di lini depan raksasa Bundesliga, Bayern Muenchen. Selain itu mundurnya dari tim nasional menjadi keputusan untuk memberikan tempat kepada para pemain muda.

“Saya ingin fokus bersama klub (Bayern Munchen) sekarang. Ini saat yang tepat untuk melakukan regenarisasi di timnas Belanda,” pungkas pemain berkepala plontos tersebut.

Saingi Dua Klub Inggris, Persib Bandung Bakal Datangkan Walter Mazzarri

Persib Bandung sedang mengalami situasi sulit di kompetisi Gojek Traveloka Liga 1. Alih-alih meraih hasil meyakinkan dan bersaing di papan atas, tim berjuluk Maung Bandung itu gagal berbuat banyak untuk mempertahankan kedigdayaan di kompetisi sepak bola tanah air. Hampir pasti, dengan sisa kompetisi yang ada, Persib tak bisa meraih gelar juara. Jarak antara Persib dan tim-tim papan atas terlampau jauh.

Di tengah perjuangan Atep dan kawan-kawan untuk mengakhiri kompetisi di posisi terbaik, berhembus kabar yang mengaitkan Persib dalam salah satu pelatih top bernama Walter Mazzarri. Ya pelatih berusia 56 tahun itu tercatat pernah menangani sejumlah klub seperti  Inter Milan, Napoli dan Sampdoria di Serie A Italia serta Watford di Liga Primer Inggris.

Seperti dilansir dari Bolalob.com (11/10/2017), tidak mudah bagi Persib untuk mendaratkan mantan pemain timnas Italia tersebut. Persib harus bersaing dengan sejumlah klub Eropa yang juga menginginkan jasanya. Setidaknya ada dua klub Inggris yang berburu tanda tangan Mazzarri yakni West Ham United dan Everton.

Media-media Inggris ramai memberitakan keseriusan Everton untuk mendapatkan Mazzarri. Ia digadang-gadang sebagai pengganti utama bila pelatih The Toffees saat ini, Ronald Koeman gagal menunjukkan kinerja positif bersama klub. Hingga kini Everton terseok-seok di awal musim dengan hanya meraih tujuh poin dari tujuh pertandingan sejak musim baru Liga Primer Inggris bergulir.

Situasi yang sama juga terjadi di West Ham United. Performa Slaven Bilic tak terlalu memuaskan. Tim tersebut tertahan di urutan ke-15 klasemen menyusul sejumlah hasil negatif yang dituai sejak awal musim.

Bila bersaing dengan klub-klub Inggris besar kemungkinan Persib akan kalah. Tentu sumber daya klub-klub tersebut jauh lebih mumpuni ketimbang Persib. Ketika dikonfirmasi oleh Bola.com (09/10/2017), Komisaris Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Zaenuri Hasyim, mengaku ketertarikan pada Mazzarri masih sebatas wacana.

“Sampai saat ini kami masih sebatas pembicaraan awal saja bersama manajemen lain, belum terlalu serius karena kompetisi masih berjalan,” beber Zaenuri Hasyim.

Bahkan Zaenuri menyebut tak ada nama Mazzarri dalam daftar incaran. Pihaknya baru sebatas menimbang kemungkinan merekrut pelatih baik dari dalam maupun luar negeri. “Belum ada nama satupun calon pelatih yang masuk. Kami hanya sekadar bicara bagusnya pelatihnya asing atau lokal untuk musim depan. Itu saja, belum mengarah ke sebuah nama,” sambungnya.

Meski begitu manajemen Persib tetap menjadikan pelatih sebagai salah satu prioritas untuk mempersiapkan tim musim depan. Menyusul hasil kurang memuaskan di musim ini, Zaenuri mengaku timnya tidak ingin terlambat membangun kekuatan untuk musim baru nanti.

“Memang kami tidak mau terlambat dalam menyiapkan sebuah tim. Dari sekarang secara pelan-pelan mulai kami bicarakan. Hanya untuk nama pelatih, belum ada satu pun yang masuk,” pungkasnya.

Sempat Khawatir Dan Ragu, Josep Guardiola Akan Pertimbangkan Untuk Merekrut Lionel Messi Kembali

Josep Guardiola Akan Pertimbangkan Untuk Merekrut Lionel Messi

Salah satu  tim di Premier Inggris yakni Manchester City di kabarkan akan memboyong mega bintang asal Barcelona yaitu Lionel Messi ke Etihad stadium di musim panas nanti. Pria yang berstatus warga negara Argentina tersebut memang di akhir akhir ini di kaitkan akan pindah ke Manchester City tersebut. Beberapa media di Inggris maupun di Spanyol juga kencang memberitakan isu rumor tersebut.

Pasalnya sang pelatih dari Mancheter City yakni Josep Guardiola juga berhasrat untuk dapat mendatangkan pemain asal Argentina tersebut. Pelatih yang saat ini melatih Manchester City tersebut pasalnya juga akan mengajukan keinginan nya ke pihak petinggi dari klubnya Manchester City agar bisa mengabulkan permintaannya tersebut.

Josep Guardiola di awal awal musim lalu sangat menginginkan Lionel Messi agar bisa bergabung dengan timnya sekaraang serta bisa bereuni kembali di Manchester City tersebut. Akan tetapi sang pelatih yang pernah melatih Barcelona tersebut juga mempunyai rasa keraguan atas keinginannya tersebut. Pelatih Josep Guardiola tersebut sempat juga memikirkan tentang komposisi pemain di tim utamanya tersebut. Dia merasa ragu jika transfer Lionel Messi yang akan hengkang ke Manchester City tersebut akan terjadi, maka Josep Guardiola juga memikirkan pemain pemain lain yang sama bagusnya seperti Lionel Messi.

Josep Guardiola memikirkan performa serta konsistensi dari beberapa pemain lain nanti akan terganggu dan akan hengkang dari City. Seperti contohnya yaitu Kevin De Bruyne, dia juga menjadi salah satu andalan Manchester City di musim lalu dan juga di musim ini. Jika nanti nya sang mega dari Barcelona itu pindah ke Manchester City, jadi tak tutup kemungkinan ada salah satu pemain dari Manchester City juga akan pergi.

Namun juga disisi lain tadi, Josep Guardiola ingin melihat sang mantan anak asuhnya tersebut Lionel Messi untuk bermain di skuat utama Manchester City tersebut. Pada akhir akhir pekan ini nama Lionel Messi sempat di bicarakan mengenai performanya serta konsistensinya yang begitu sangat produktif pada La Liga awal musim.

Lionel Messi tersebut dapat dengan baik melampui catatan rekor golnya pada awal musim ini di bandingkan dengan musim musim yang lalu. Yang mampu juga melampaui catatan Cristiano Ronaldo yang belum sama sekali mencetak gol di awal La Liga yang sudah berjalan 7 pekan ini. Akan tetapi disisi yang lain nama Lionel Messi juga sempat di bicarakan mengenai dirinya yang hampir di pastikan gagal untuk membawa nama tim nasional Argentina atau Albiceleste tersebut ke panggung utama gelaran Piala Dunia 2018 yang akan di selenggarakan di Rusia nanti.

Kontraknya bersama Barcelona juga akan berakhir dalam jangka waktu yang dekat, beberapa klub mencoba bernegosiasi dengan Barcelona agar bisa membeli pemain tersebut. Namun sejauh ini nama klub yang paling dekat dengan sang mega bintang Lionel Messi tersebut hanyalah Manchester City.

Smalling Ungkapkan Pemain Terbaik Di Musim Depan Ada Pada Diri Seorang Marcus Rasford

Disebut-Sebut Sebagai Calon Bintang Musim Depan, Marcus Rasford

Pemain bertahan yang dimiliki tim raksasa Premier League Manchester United yakni Chris Smalling mengungkapkan bahwa pemain yang dimiliki Manchester United saat ini adalah Marcus Rasford tersebut akan menjadi pemain yang terbaik di musim depan bersama timnya tersebut.

Chris Smalling juga mengungkapkan bahwa dirinya sepenuhnya yakin akan permainan yang di miliki oleh sang pemain Marcus Rasford tersebut. Marcus Rasford sendiri bergaabung di Manchester United tidak lama ini, dia bergabung di tim utama skuat Manchester United ini pada era kepelatihan Louis Van Gaal pada awal musim 2016 yang lalu.

Marcus Rasford mempunyai kemampuan yang begitu baik serta sangat konsisten dalam bermainnya tersebut. Sehingga dapat menarik simpati pelatih Louis Van Gaal di musim itu untuk dapat bergabung bersama tim utamanya. Marcus Rasford pun bermain sangat mengesankan dan di luar dugaan bisa mampu setara dengan kemampuan pemain terbaik lainnya.

Pemain yang mengidolakan Wayne Rooney serta Cristiano Ronaldo tersebut mampu mencatatkan namanya di setiap Manchester United sedang melakoni laga pertandingan. Di usia nya yang sangat muda ini, Marcus Rasford memang tampil begitu baik serta berkembang setiap harinya.

Dan di era kepeltihan Jose Mourinho ini, sang pemain Marcus Rasford tersebut menjadi andalan lini depan dari Manchester United. Dia begitu menunjukkan performa terbaaiknya saat dirinya bisa melawan tim tim besar Premier League Inggris tersebut. Dengan penampilan yang begitu sangat baik serta sangat konsisten dalam setiap pertandingan tersebut menjadi kan dirinya sebagai pemain terbaik bagi Manchester United.

Sampai akhirnya sang pemain Marcus Rasford tersebut juga sempat di panggil oleh tim nasional Inggris untuk dapat membelanya pada EURO 2016 tahun lalu. Dan sekarang Marcus Rasford juga sedang memperkuat tim nasional Inggris dalam Kualifikasi Piala Dunia 2018 nanti. Sang pelatih Gareth Southgate juga ingin tim negara nya Inggris supaya bisa di perkuat sang pemain Marcus Rasford tersebut. Walaupun tak berperan banyak dalam timnas, Marcus Rasford  juga turut andil dalam mengantarkan sang tim nasional Inggris untuk dapat meraih satu  tempat di Piala Dunia 2018 nanti.

“Anda bisa bayangkan, dia masih muda dan juga mempunyai performa yang sangat brilian. Tim kami memberikan harapan sepenuhnya kepadanya. Dia begitu cepat  serta bisa membuat lawan kesulitan. Dia adalah penerus untuk era Manchester United saat ini,” ujar Chris Smalling tersebut.

“Jika anda berbicara tentang Marcus Rasford, jadi semua yang mengenai hal tentang dirinya sudah pasti sangat mengagumkan. Dia baru saja datang di tim utama ini, serta langsung dapat menggebrak kami semua dengan penampilannya. Anda semua bisa tahu akan hal itu pada diri seorang Marcus Rasford di Manchester United ini,”tambahnya kepada media wartawan.

 

United Pernah Disingkirkan Oleh Benfica dan Basel di babak grup Liga Champions

United Pernah Disingkirkan Oleh Benfica dan Basel di babak grup Liga Champions

Diantara grup-grup lainnya di ajang Liga Champions musim 2017/18, jawara Liga Eropa, Manchester United boleh dikatakan bergabung dalam grup yang cukup ringan lantaran tidak akan bertemu klub besar dari 5 liga teratas Eropa. Walaupun demikian, ternyata United memiliki kenangan buruk bila melihat lawan yang akan mereka hadapi.

Hasil undian babak grup Liga Champions musim 2017/18 yang dihelat pada Kamis 24 Agustus 2017 menempatkan United dalam Grup A. Tim arahan pelatih Jose Mourinho tersebut “Cuma” melawan tim lemah seperti CSKA Moskow, Basel, dan Benfica. Namun ternyata Basel dan Benfica pernag memberi kenangan buruk untuk United beberapa tahun yang lalu.

Saat itu, United diprediksi lolos mudah. Namun yang terjadi selanjutnya, United yang masih ditangani Sir Alex Ferguson tersebut cukup terseok-seok menghadapi setiap minggunya. Hasilnya, mereka justru gagal melaju ke fase 16 besar sebab harus puas di posisi ke 3. Saat itu United hanya mampu mengoleksi poin 9, berjarak 3 poin dari Benfica, dan 2 poin dari Basel.

Setan Merah hanya bisa menang 2 kali, satu kalah, dan 3 kali hasil seri. Satu-satunya kekalahan itu United peroleh ketika melawan Basel dengan skor 1-2, dan hal tersebut terjadi pada pertandingan terakhir. Sedangkan 2 kemenangan yang mereka raih hanya saat melawan Otelul Galati yang berstatus sebagai klub penghibur dalam grup. United benar-benar tak dapat mengalahkan Basel dan Benfica saat itu.

United yang berada di posisi ke 3 harus turun ke Liga Eropa. Tapi ternyata di pentas Liga Eropa United malah tidak bisa berbuat banyak. Sempat mengalahkan Ajax Amsterdam, United selanjutnya tersisih selepas dikalahkan saat kontra Athletic Bilbao dengan agregat 5-3.

Baca Juga :

Hal itu sangat mengejutkan sebab mereka sebetulnya tak membongkat skuadnya setelah juara Liga Primer. Duet Ferdinand-Vidic pun masih ada. Patrice Evra juga masih bermain penuh di bek kiri. Sedangkan di sektor penyerang ada nama-nama seperti Michae Owen, Javier Hernandez, Dimitar Berbatov, hingga Wayne Rooney.

Namun kepergian seorang Paul Scholes diawal musim yang pensiun jadi salah satu penyebab United tampil buruk. Oleh sebab itu di pertengahan musim, performa United mulai membaik selepas Scholes kembai bermain. Selain itu juga, David de Gea yang di plot sebagai suksesor Edwin Van Der Sar masih belum tampil impresif seperti saat ini.

Namun kini United dilatih oleh Jose Mourinho. Biasanya, tim yang dilatih Mourinho bakal mengalami kenaikan penampilan di musim kedua. Kejadian unik seperti ini telah terjadi beberapa kali saat dia melatih Chelsea (lagi), Real Madrid, Inter Milan, dan FC Porto.

Jika memang benar, maka United tak harus cemas. Terlebih lagi United saat ini ada di jalur yang benar, gaya bermain atraktif juga dibarengi hasil bagus menjadi jaminan United tidak akan kalah lagi saat melawan Basel dan Benfica.

Gol Telat Harry Kane Loloskan Inggris ke Piala Dunia 2018

Gol Telat Harry Kane Loloskan Inggris ke Piala Dunia 2018

Tim nasional Inggris telah menyegel satu tiket ke putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia. Hasil ini diperoleh setelah meraih kemenangan atas Slovenia di laga Grup F Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa. Pada pertandingan yang dihelat di Wembley Stadium, Jumat (06/10/2017) dini hari WIB, The Three Lions menang tipis satu gol tanpa balas.

Pahlawan kemenangan Tim Tiga Singa adalah Harry Kane melalui lesatannya di penghujung laga, tepatnya di menit 90+4. Striker Tottenham Hotspur ini berhasil memanfaatan asis  Kyle Walker dari sayap kanan. Keunggulan tipis tersebut sudah cukup bagi Jordan Henderson dan kolega mengklaim tiket lolos otomatis ke Rusia tahun depan.

Tambahan tiga poin membuat Inggris makin kokoh di puncak grup dengan koleksi 23 poin. Meski masih menyisahkan satu pertandingan lagi, mustahil bagi Skotlandia di urutan kedua untuk menyamai apalagi melampaui perolehan poin Inggris. Di antara kedua tim terbentang jarak enam poin. Di laga terakhir nanti Inggris akan menghadapi Lithuania pada 8 Oktober nanti. Sementara Skotlandia yang membungkam Slowakia 1-0 akan berebut tiket playoff saat menghadapi Slovenia di laga pamungkas pekan depan.

Bermain di hadapan pendukungnya sendiri Inggris tampil dominan sejak menit awal. Kehadiran para pemain muda seperti Kane dan Marcus Rashford sangat terasa dalam irama permainan cepat dan akselerasi dari sisi sayap. Meski terus ditekanan tim tamu tidak kehabisan akal. Sesekali Slovenia melancarkan serangan balik cepat.

Strategi ini nyaris saja berbuah gol saat laga baru berjalan sembilan menit. Sepakan Josip Ilicic menuntaskan serangan balik timnya hampir saja memaksa Joe Hart memungut bola dari dalam gawangnya jika saja mantan kiper Manchester City itu tak sigap menggagalkannya.

Jan Oblak yang berada di bawah mistar gawang Slovenia pun harus bekerja keras. Selain peluang di depan gawang, beberapa kali sepakan dari luar kotak penalti cukup mengancam gawangnya. Peluang terbaik diperoleh Jordan Henderson di menit ke-25 memanfaatkan bola mati akibat pelanggaran pemain Slovenia kepada Radhford.

Di babak kedua situasi tak jauh berubah. Inggris tetap bersemangat menyerang terutama dari sisi sayap. Beberapa kali pergerakan Raheem Sterling dari sisi kanan membuat para pemain belakang Slovenia harus bekerja keras. Salah satu peluang pemain depan Manchester City itu diperoleh di menit ke-70, namun sepakannya masih jauh dari sasaran.

Pertandingan hampir berakhir dengan skor kaca mata jika saja Kane tak membuat gol penentu di menit akhir pertandingan. Bermula dari umpan Walker, pemain masa depan Inggris itu dengan tenang menaklukkan Jan Oblak. Gol tersebut sekaligus memungkasi pertandingan kedua tim.

Jerman Lolos ke Putaran Final Piala Dunia 2018 dengan Hasil Fantastis

Jerman Lolos ke Putaran Final Piala Dunia 2018 dengan Hasil Fantastis

Tim nasional Jerman menunjukkan diri sebagai salah satu kandidat juara Piala Dunia 2018. Meski putaran final masih setahun lagi, Der Panzer telah menunjukkan taringnya di babak kualifikasi Zona Eropa. Hingga laga ke-9, skuad Joachim Loew tak pernah menelan satu kekalahanpun.

Pada pertandingan ke-9 di kandang Irlandia Utara di Stadion Windsor Park, Belfast, Kamis (05/10/2017) atau Jumat dini hari WIB, Jerman menang dengan skor 3-1. Ketiga gol tim tamu dicetak oleh Sebastian Rudi saat laga baru berjalan dua menit, Sandro Wagner di menit ke-21 dan Joshua Kimmich empat menit sebelum bubaran. Sementara gol hiburan tuan rumah lahir dari kaki Josh Magennis di akhir pertandingan.

Performa Jerman sepanjang babak kualifikasi sungguh meyakinkan. Tim ini mengoleksi total 27 poin dari sembilan pertandingan. Sementara pesaing terdekatnya Irlandia Utara tak bisa lagi mengejar posisi Jerman dengan satu laga tersisa mengingat tertinggal cukup jauh yakni delapan poin. Meski kalah Irlandia Utara masih berpeluang tampil di pesta sepak bola terakbar tersebut. Dengan raihan 19 poin, posisi Irlandia Utara tak bisa dikejar pesaing terdekat yakni Republik Ceko yang baru mengemas 12 poin.

Hasil ini menunjukkan kinerja para pemain Jerman yang meyakinkan. Perpaduan antara para pemain senior dan sebagian besar pemain muda memberikan angin segar bagi masa depan sepak bola Jerman. Di tangan Joachim Loew regenerasi sepak bola Jerman berjalan lancar. Sejauh ini Loew mencatatkan rasio kemenangan tertinggi di banding para pelatih sebelumnya yakni 68 persen.  Selanjutnya Loew akan memimpin timnya untuk mempertahankan trofi Piala Dunia yang direbut empat tahun sebelumnya.

Usai pertandingan Loew mengaku puas. Pelatih yang membawa Jerman tampil di Piala Dunia untuk ke-19 kalinya menyebutkan timnya banyak belajar dari pertandingan sebelumnya menghadapi Republik Ceko.

“Saya puas. Kami menggandakan keunggulan sangat cepat. Saat lawan Republik Ceko, kami juga cetak gol cepat tapi kehilangan kontrol. Itu tidak terjadi hari ini. Kami merasa kontrol permainan di babak kedua. Itulah kenapa kami sedikit bermain pelan,” beber Loew.

Selain Jerman, negara Eropa lainnya yang sudah memastikan tampil di putaran final adalah Inggris dan tuan rumah Rusia. Selain itu ada tujuh negara lain yang siap beradu di putaran final yakni Brasil, Iran, Jepang, Meksiko, Belgia, Korea Selatan, Arab Saudi, Jerman dan Inggris.

Susunan pemain Irlandia Utara vs Jerman:

Irlandia Utara (5-3-2): 1-Michael McGovern; 2-Connor McLaughlin, 5-Jonny Evans, 4-Gareth McAuley, 6-Lee Hodson (14-Stuart Dallas 46′), 11-Chris Brunt; 16-Oliver Norwood, 8-Steven Davis, 13-Corry Evans (19-George Saville 80′); 21-Josh Magennis, 10-Kyle Lafferty (9-Conor Washington 69′).
Pelatih: Martin O’Neill

Jerman (4-2-3-1): 22-Marc-Andre ter Stegen; 18-Joshua Kimmich, 17-Jerome Boateng, 5-Mats Hummels, 3-Marvin Plattenhardt; 21-Sebastian Rudy, 8-Toni Kroos; 19-Leon Goretzka (14-Emre Can 67′), 13-Thomas Mueller (10-Lars Stindl 83′), 7-Julian Draxler (23-Leroy Sane 72′); 9-Sandro Wagner.
Pelatih: Joachim Loew

Wasit: Danny Makkelie

Egy Maulana Masuk Daftar 60 Wonderkid Terbaik Dunia

Egy Maulana Masuk Daftar 60 Wonderkid Terbaik Dunia

Pesona Egy Maulana Vikri ternyata menarik perhatian dunia. Pemain berusia 17 tahun itu tampil cemerlang di sejumlah turnamen belakangan ini. Pemain tersebut menjadi top skor di pentas Piala AFF U-18 2017 beberapa waku lalu. Selain itu pemain asal Medan ini juga tampil baik di Toulon Turnament di Prancis bersama tim nasional Indonesia U-19.

Tak pelak sanjungan dan pujian pun mengalir kepada pemain Diklat Ragunan tersebut. Tidak hanya itu kemampuan Egy juga mendapat apresiasi dari media asal Inggris, Guardian. Belum lama ini media tersebut merilis daftar 60 pemain muda dengan kemampuan istimewa.

Seperti dilansir dari Bolalob.com (05/10/2017), sejak 2014 lalu media kenamaan tersebut memilih daftar wonderkid yang mencengangkan dunia. Terlepas dari polemik terkait standar yang dipakai, masuknya nama Egy menunjukkan bahwa pemain asal Medan itu telah mencuri perhatian dunia. Ia diprediksi akan menjadi pemain bintang di masa depan.

Baca Juga :

Media tersebut memiliki sejumlah alasan mengapa memasukan Egy dalam daftar tersebut. Kemampuan dribel, kecepatan, dan ketenangannya dalam mengontrol bola sangat impresif. Pemain nomor 10 ini menyandang gelar Pemain Pendatang Baru Terbaik Toulon Tournament 2017 pada Juli.”

Selain di dua turnamen tersebut, pemain yang dinilai memiliki kemampuan mirip bintang Barcelona, Lionel Messi itu juga bermain baik saat menghadapi Espanyol B dalam laga uji coba pada 14 Juli 2017 lalu. Bahkan menurut Guardian, penampilan Egy saat itu menuai pujian dari pelatih lawan.

“Egy dianggap ‘luar biasa’ oleh pelatih Espanyol, David Gallego, yang mengatakan dia bisa melaju sangat jauh dalam kariernya jika mampu meningkatkan sedikit lagi kemampuan dalam segi defensif.”

Egy menjadi satu-satunya pemain dari Indonesia juga Asia Tenggara yang masuk dalam daftar tersebut. Di kawasan Asia, Egy bersanding dengan sejumlah talenta muda seperti Rei Hirakawa (Jepang), Mohammad Sharifi (Iran), dan Mohammed Dawood (Irak).

Di samping nama-nama tersebut, Egy juga disetarakan dengan bintang Flamengo yang baru saja diikat Real Madrid, Vinicius Junior.

Berikut daftar lengkap 60 pemain muda terbaik:

– Facundo Colidio (Inter Milan)
– Benjamin Garre (Man City)
– Dylan Pierias (Melbourne City)
– Romano Schmid (RB Salzburg)
– Keres Masangu (Roma)
– Flor van den Eynden (Inter Milan)
– Rijad Sadiku (FK Sarajevo)
– Lincoln (Flamengo)
– Paulinho (Vasco da Gama)
– Vinicius Junior (Flamengo, pinjam dari Real Madrid)
– Kun Temenuzhkov (Leeds United)
– Alphonso Davies (Vancouver)
– Kenny Rocha (Saint-Etienne)
– Branco Provoste (Colo Colo)
– Wang Jiahao (Josep Maria Gene)
– Jaminton Campaz (Deportes Tolima)
– Michele Sego (Hajduk Split)
– David Colina (Dinamo Zagreb)
– Victor Jensen (Ajax)
– Callum Hudson-Odoi (Chelsea)
– Jadon Sancho (Dortmund)
– Yacine Adli (PSG)
– Amine Gouiri (Lyon)
– Jann-Fiete Arp (Hamburg)
– Christian Fruechtl (Bayern Muenchen)
– Jean-Manuel Mbom (Bremen)
– Eric Ayiah (Charity Stars)
– Giorgos Antzoulas (Asteras)
– Dominik Szoboszlai (Liefering)
– Egy Maulana Vikri (tanpa klub)
– Mohammad Sharifi (Esteghlal)
– Mohammed Dawood (Al Naft)
– Moise Kean (Verona, pinjam dari Juventus)
– Alessandro Plizzari (Ternana, pinjam dari AC Milan)
– Rei Hirakawa (FC Tokyo)
– Vincent Thill (Metz)
– Hadji Drame (Olympique Bamako)
– Diego Lainez (Club America)
– Lutsharel Geertruida (Feyenoord)
– Kik Pierie (Heerenveen)
– Erling Haaland (Molde)
– Jorgen Strand Larsen (Milan, pinjam dari Sarpsborg)
– Pedro Neto (Lazio)
– Ionut Rus (Lazio)
– Kirill Kolesnichenko (Chertanovo)
– Ilya Martynov (Krasnodar)
– Armin Djerlek (Partizan)
– Lyle Foster (Orlando Pirates)
– Antonio Blanco (Real Madrid)
– Miguel Baeza (Real Madrid)
– Abel Ruiz (Barcelona)
– Ferran Torres (Valencia)
– Filston Mawana (Hoffenheim)
– Lorenzo Gonzalez (Man City)
– Berke Ozer (Altinordu)
– Timothy Weah (PSG)
– Andrew Carleton (Atlanta)
– Gustavo Viera (Liverpool Montevideo)
– Jan Carlos Hurtado (Tachira)
– Christian Makoun (Zamora)

Tak Dapat Jatah Tiket dari Atletico, Barcelona Bertanding Tanpa Pendukung

Tak Dapat Jatah Tiket dari Atletico, Barcelona Bertanding Tanpa Pendukung

Barcelona akan menjalani laga penuh tantangan pada pekan kedelapan La Liga Spanyol, Minggu (15/10/2017) dini hari WIB nanti. Selain menghadapi Atletico Madrid di kandangnya yang baru, Wanda Metropolitano, laga tersebut Blaugrana tak bisa didukung para penggemarnya. Ibaratnya Lionel Messi dan kawan-kawan bermain tanpa penonton karena markas Los Colchoneros sepenuhnya dikuasai tuan rumah lantaran Barcelona bertanding tanpa pendukung.

Seperti dilansir dari Detik.com (05/10/2017), para pendukung Barcelona tak bisa mendampingi tim kesayangannya lantaran tidak mendapat alokasi tiket dari tuan rumah. Stadion Wanda Metropolitan mengalami kendala logistik sehingga tiket yang semula telah dialokasikan untuk para penggemar Barcelona dibatalkan.

“Karena masalah logistik di Stadion Wanda Metropolitano yang baru, Atletico de Madrid tidak dapat menyediakan tiket yang sebelumnya ditawarkan ke klub pendukung FC Barcelona menjelang pertandingan La Liga pada hari Sabtu tanggal 14 Oktober. Oleh karena itu, semua tiket pendukung klub FC Barcelona untuk pertandingan nanti dibatalkan,” demikian pernyatan Barca di situs resminya.

Situasi seperti ini bukan baru pertama kali dialami raksasa Catalonia. Di pekan sebelumnya mereka menjamu Las Palmas tanpa pendukung. Hal ini disebabkan karena pada waktu bersamaan penduduk Catalonia menjalani referendum untuk mememerdekakan diri dari Spanyol. Meski tanpa pendukung, Barcelona berhasil memetik hasil sempurna.

Situasi seperti ini jelas tidak diinginkan oleh pihak Barcelona. Berbeda dengan pekan sebelumnya, situasi yang terjadi di laga kontra Atletico memang tak terhindarkan. Namun demikian pelatih Barcelona, Ernesto Valverde tetap menilai bahwa pertandingan tanpa penonton terlihat aneh.

“Ini sudah menjadi hal yang sulit. Hal ini juga membuat situasi menjadi aneh untuk semua orang, rumit,” beber pelatih berusia 53 tahun itu.

Baca Juga :

Mantan pelatih Athletic Bilbao tersebut mengaku bahwa bermain tanpa penonton cukup mempengaruhi semangat para pemain. Seperti di pekan sebelumnya para pemain menjalani pertandingan dengan konsentrasi terbagi.

“Ini rumit. Ini bukanlah situasi yang sederhana. Kami tidak terlalu fokus dan memulai dengan irama yang sedikit. Kami berpura-pura bahwa kemarin semuanya tenang dan hormat dan sepertinya tidak demikian. Semoga semuanya akan kembali lagi tetapi saya bukan seorang politisi. Saya tidak tahu tentang hal ini.”

Saat ini Barcelona masih nyaman di puncak klasemen dengan raihan 21 poin, hasil sempurna dalam tujuh pertandingan yang telah dijalani. Sementara itu Los Rojiblancos terus berjuang dari posisi keempat dengan selisih enam poin dari sang pemuncak klasemen. Atletico memiliki poin yang sama dengan Valencia dan terpaut satu poin dari Sevilla yang berada di urutan kedua.

Bintang Muda Manchester United Bertekad Bawa Inggris Juara Piala Dunia 2018

Bintang Muda Manchester United Bertekad Bawa Inggris Juara Piala Dunia 2018

Pemain bintang muda Manchester United, Marcus Rashford memiliki tekad tersendiri bersama timnas Inggris. Pemain berusia 19 tahun itu ingin menorehkan prestasi bersama skuad The Three Lions di kancah dunia. Tak tanggung-tanggung pemain kelahiran 31 Oktober 1997 itu ingin membawa negaranya meraih prestasi tertinggi di pesta bola dunia, Piala Dunia 2018.

Rashford tentu punya alasan mengimpikan Inggris menjadi juara. Saat ini langkah tim dari Negeri Ratu Elizabeth itu tak terbendung di babak Kualifikasi Zona Eropa. Tergabung I Grup F, Inggris saat ini berada di puncak klasemen dengan raihan 20 poin dari delapan pertandingan yang telah dijalani.

Inggris unggul lima poin dari Slovakia, dan terpaut enam poin dari Slovenia dan Skotlandia yang berada di urutan ketiga dan keempat. Dua pertandingan selanjutnya menghadapi Slovenia, 6 Oktober dan tim peringkat kelima, Lithuania pada 8 Oktober akan menentukan lolosnya Inggris ke Rusia tahun depan. Inggris setidaknya butuh hasil seri untuk menyegel satu tiket lolos otomatis ke pesta sepak bola dunia tersebut.

“Kami melakukan yang terbaik untuk pergi ke Rusia dengan rencana nyata dan intensitas untuk mencoba dan memenangkan turnamen,” beber Rashford.

Lebih lanjut pemain muda tersebut mengatakan pihaknya tidak berlebihan mematok target tinggi di Rusia nanti. Pertandingan yang telah dijalani di babak kualifikasi sedikit banyak menjadi bukti bahwa tim tersebut memiliki kualitas untuk meraih prestasi.

“Kami ini realistis [bisa menjadi juara], dan itu ditunjukkan dengan gaya bermain kami melawan tim-tim di babak kualifikasi.”

Namun demikian pemain yang telah mengemas 11 caps dan mencetak dua gol bagi timnas Inggris itu mengakui tidak mudah bagi timnya berprestasi di pentas dunia. Sejauh ini Inggris seperti terkena kutukan gagal berbicara banyak di ajang akbar tersebut sekalipun dihuni para pemain berkualitas dan memiliki kompetisi domestik prestisius.

“Meski begitu kami harus membangun rencana seketika kami lolos ke Piala Dunia dan akan berusaha serta memenanginya,” sambung Rashford.

Di tangan Gareth Southgate, Inggris kini menggantungkan harapan. Sang pelatih diharapkan bisa mengakhiri rekor buruk yang ditorehkan para pendahulunya. Rashford sendiri optimistis dengan kinerja Southgate. Menurutnya dibanding saat dilatih Roy Hodgson dirinya lebih “nyetel” saat diasuh pelatih berusia 47 tahun itu.

“Menurut saya, rancangan dan tujuan serta visi ke mana kami akan menuju jauh lebih baik saat ini daripada sebelumnya. Tidak melulu di dalam lapangan, tetapi juga di luar lapangan, bahkan di lingkungan hotel. Setiap pemain merasa nyaman dan santai untuk menjadi diri sendiri.”